Friday, February 10, 2012

Macam-macam Media Enrichment dan Cara Pembuatannya


Media enrichment adalah media yang diperkaya dengan zat-zat tertentu sehingga dapat menyuburkan pertumbuhan mikroba yang hendak diisolasi. Yang termasuk media enrichment antara lain BHIB, TSB , SCB, dan APW.
Media pengaya, dipergunakan dengan maksud “memberikan kesempatan” terhadap satu jenis/kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dan jenis/kelompok lainnya yang sama-sama berada dalam satu bahan. Misalnya untuk memindahkan bakteri penyebab penyakit tifus dari bahan tinja (kotoran manusia). Tetapi media pengaya telebih dahulu, mungkin yang akan tumbuh dan berkembang adalah semua jenis kelompok yang ada di dalam bahan, karena di dalam tinja bukan hanya puluhan tetapi mungkin ratusan jenis dan mikroba yang akan didapatkan. Dengan media pengaya seperti kaldu selenit ataupun kaldu tetrationat, maka kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroba lain akan terhambat/terhenti untuk waktu-waktu tertentu, tetapi tidak untuk salmonella. Misalnya dalam waktu antara 18-22 jam, maka kemungkinan besar mikroba lain akan terhambat dan salmonella akan tumbuh, sehingga kalau kemudian dibiakkan kedalam media selanjutnya, jenis tersebut yang besar kemungkina akan didapatkan.
Media ini diperkaya dengan kandungan nutrien tertentu dalam rangka
mengoptimasi pertumbuhan bakteri tertentus.Selain nutrient, bias juga ditambahkan 1). Bahan penghambat bakteri lain, 2). Indikator selektivitas.
      TSB (Trypticase Soy Broth) adalah medium dasar untuk menumbuhkan berbagai mikroorganisme. Trypticase Soy Agar digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan: mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk tes biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri.
Alat dan Bahan                   :
- Neraca teknis                        - Serbuk selenite broth 1,9 gram
- Beaker glass                          - Serbuk Trypic Soy Broth sebanyak 3 gram
- Labu Erlenmeyer                     - Serbuk BHIB sebanyak 3,7 gram
- Batang pengaduk                    - Pipet pastur plastik
- Spatel                                   - Aquadest
- Tabung reaksi                         - Koran
- Cawan kaca                            - Autoklaf      
- Lemari pendingin (Kulkas)          - Waterbath  
- Kapas dan kasa

Cara Kerja                            :
1.    Media Selenite Broth
Ø  Alat dan bahan disiapkan
Ø  Kemudian di timbang beaker glass di neraca teknis, kemudian tambahkan 1,9 gram serbuk selenite broth.
Ø  Kemudian ditambahkan 100ml aquadest ke dalamnya. Diaduk hingga homogen.
Ø  Setelah homogen, larutan dimasukkan ke dalam tabung reaksi ( 30 buah ). Masing masing tabung mempunyai volume yang sama.
Ø  Setelah semua tabung terisi rata, mulut tabung ditutup menggunakan kapas, kemudian di sterilkan di dalam autoklaf.
Ø  Setelah disterilkan, tabung diberi etiket, kemudian disimpan di tempat yang sesuai.

         2.    Media BHIB
Ø  Alat da bahan disiapkan.
Ø  Kemudian  ditimbang serbuk BHIB sebanyak 3,7 gram.
Ø  Setelah itu, ditambahkan aquadest sebanyak 100ml, dihomogenkan.
Ø  Apabila setelah homogen larutan tidak terlihat jernih, panaskan larutan dalam waterbath sambil diaduk-aduk hingga larutan menjadi kuning jernih.
Ø  Setelah jernih,larutan didiamkan sebentar, kemudian dimasukkan ke dalam 30 tabung reaksi. Masing-masing tabung reaksi mempunyai volume yang sama.
Ø  Mulut tabung reaksi ditutup dengan kapas, kemudia disterilkan dalam autoklaf.
Ø  Setelah itu, tabung diberi etiket, kemudian disimpan di tempat yang sesuai.

         3.    Media Trypic Soy Broth
Ø  Alat dan bahan disiapkan.
Ø  Kemudian ditimbang serbuk Trypic  Soy Broth sebanyak 3 gram,lalu dilarutkan dengan aquadest sebanyak 50ml di dalam erlenmeyer, dihomogenkan.
Ø  Setelah homogen,larutan dipanaskan hingga larutan benar-benar menjadi homogen.
Ø  Lalu mulut erlenmeyer ditutup dengan kapas yang dibalut dengan kasa,tutup mulut tabung menggunakan koran.  Kemudian disterilkan di autoklaf dengan suhu 121 derajat celcius.
Ø  Setelah disterilkan, media dituang ke dalam cawan kaca yang telah disterilkan terlebih dahulu. Media dituang dengan cara aseptik, dan cawan kaca hanya terisi 1/3 dari volume cawan kaca.
Ø  Setelah media dituang, kemudian tunggu hingga dingin dan mengeras.
Ø  Cawan kaca diberi etiket, kemudian disimpan di lemari pendingin dengan tutup cawan menghadap ke bawah.

Hasil                                       :
Dalam praktikum kali ini dihasilkan :
1.    Media Selenite Broth sebanyak 100 ml
2.    Media BHIB sebanyak 100 ml
3.    Media Trypic Soy Broth sebanyak 50 ml


Pembahasan                       :
·        Perhitungan BHIB :
Pada botol tertera aturan pakai 37 gram/liter. Sedangkan yang akan dibuat 100 ml, maka berat BHIB yang dibutuhkan adalah:
37/1000 x 100 = 3,7 gram