Sunday, February 5, 2012

Corynebacterium


PENDAHULUAN
Genus Corynebacterium dikelompokkan  oleh Lehmann dan Neumann pada tahun 1896 sebagai bakteri gram positif yang berbentuk batang. Mereka tersebar luas di seluruh alam, ada menguntungkan  dan ada juga yang berbahaya.contoh bakteri yang genus corynebacterium yang menguntungkan adalah corynebacterium glutamicum (berguna dalam pengaturan industry), dan contoh bakteri dari genus corynebacterium yang merugikan adalah  corynenacteium diphtheria yang menyebabkan penaykit dipteri.
Genus Corynebacterium pada mulanya ditetapkan sesuai sesuai dengan basilus difteri dan kemudian dimasukkan beberapa spesies yang lain dari binatang yang yang mempunyai morfologi yang sangat mirip. Sebab kesamaan morfologi dianggap sebagai ada hubungan keluarga, organism Coryneform yang berasal dari sumber lain dari binatang dan manusia secara berturut-turut digolongkan ke dalam genus ini, yang sekarang ini telah meliputi suatu koleksi yang heterogen dengan spesies-spesies yang saprofitik dari bermacam-macam habitat. Coryneform adalah batang yang pleomorf dan positif Gram. Tidak membentuk spora, tidak tahan asam, dan tidak bisa bergerak. Dari semua keterangan khemotaksonomi yang diperoleh, kebanyakan ahli taksonomi berpendapat bahwa genus Corynebacterium harus dibatasi pada organisme-organisme yang dinding selnya mengandung : asam-meso-diamino-pimelik, arabinosa, galaktosa, dan asam mikolik dengan rantai yang relative pendek, DNA mengandung G+C antara 51-59 mol %. Sejumlah besar dari spesies-spesies adalah fakultatif anaerob.
Kekerabatan antara Crynebacteria dari manusia dan binatang dengan Mycobacteria dan Nocardia disebabkan karena mereka mempunyai kesamaan dinding sel, khususnya dengan adanya arabinosa, galaktosa, asam mesodiaminopimelik, dan asam mikolik.
Istilah difteroid telah digunakan dalam bakteriologi kedokteran untuk batang positif Gram yang mirip dengan C.diphteriae, sehingga bisa keliru dengan C.diphteriae, dan dikira adalah spesies dari Corynebacterium. Difteroid adalah batang yang pleomorf positif Gram dan bisa mengandung granula metakhormatik. Sel-selnya bisa berderet-deret dengan bentuk palisade, bentuk huruf V, menyerupai konfigurasi cuneiform. Biasanya tidak bergerak, katalase positif, tidak membentuk spora, tidak tahan asam, sedikit cenderung untuk bercabang.
Spesies Corynebacterim umumnya terdapat pada tanah, air, tanaman, dan produk makanan.Corynebacterium non-diphtheiroid bahkan dapat ditemukan di mukosa dan menjadi flora normal di kulit manusia dan hewan. Beberapa spesies yang memiliki efek patogen pada manusia dan hewan lainnya.spesies yang paling penting adalah C. diphtheriae , yang memiliki  kemampuan untuk memproduksi toksin difteri setelah berinteraksi dengan bakteriofag .spesies lain yang bersifat payogen pada manusiaantara lain: C. amicolatum , C. striatum , C. jeikeium , C. urealyticum , dan C. xerosis (Oteo et al, 2001;. Lagrou et al, 1998;. Boc & Martone, 1995) semua spesies ini penting sebagai patogen dalam imunosupresi pasien. Spesies patogen yang terdapat pada hewan  antara lain C. bovis dan C. renale .
Pada bakteri ini yang paling sering menginfeksi manusia adalah corynebacterium diphtheriae, yang menyebabkan penyakit difteri. Ini adalah infeksi akut dan menular ditandai dengan adanya pseudomembran yang mati pada sel epitel , sel darah putih , sel darah merah , dan fibrin  akan terbentuk yang sekitar amandel dan belakang tenggorokan. Ini adalah penyakit umum yang cenderung terjadi sebelum individu diberi vaksinasi, terutama anak usia sekolah.Para strain virulen dan beracun yang bersifat  lisogenik , akan menghasilkan eksotoksin yang dibentuk oleh dua polipeptida rantai, yang dengan sendirinya dihasilkan ketika bakteri  tersebut diubah oleh sebuah gen dari β profag .
Beberapa spesies yang menyebabkan penyakit pada hewan, terutama                                           C. pseudotuberculosis yang menyebabkan penyakit limfadenitis caseous dan beberapa juga patogen pada manusia.beberapa spesies dapat menginfeksi host yang sehat, tsementara yang lain cenderung menyerang system imunitas. Efek infeksi  ini termasuk granulomatosa limfadenopati , pneumonitis , faringitis , infeksi kulit, dan endokarditis .C. tenuis diyakini menyebabkan trichomycosis palmellina dan axillaris trichomycosis, C. striatum  yang dapat menyebabkan bau ketiak. C. minutissimum menyebabkan erythrasma .

Spesies Corynebacterium yang non pathogen digunakan untuk aplikasi industri yang sangat penting, seperti produksi asam amino ,nukleotida , dan faktor-faktor nutrisi lainnya (Martín, 1989), biokonversi dari steroid,degradasi hidrokarbon, keju penuaan dan produksi enzim (Khurana et al, 2000.). Beberapa spesies yang menghasilkan metabolit yang mirip dengan antibiotik antaara lain : bakteriosin dari jenis corynecin-linocin, anti-tumor agen,dll. Salah satu spesies yang paling banyak dipelajari adalah C. glutamicum , yang namanya mengacu pada kapasitas untuk memproduksi asam glutamat dalam kondisi aerobik.Hal ini digunakan dalam industri makanan seperti monosodium glutamat (MSG) dalam produksi kecap dan yoghurt .
Spesies Corynebacterium telah digunakan dalam memproduksi  berbagai asam amino termasuk asam glutamat , suatu aditif makanan populer yang dibuat pada tingkat 1,5 juta ton / tahun oleh Corynebacterium. Jalur metabolik Corynebacterium telah lebih dimanipulasi untuk menghasilkan lisin dan treonin .
Tidak seperti bakteri gram negatif, bakteri gram positif Corynebacterium sedikitnya menghasilkan lipopolisakarida yang berfungsi sebagai antigen endotoksin pada manusia.